GOOD JOBs

Cara Cepat Hamil






Jumat, 09 November 2012

Gangguan Tangan


Sindrom Carpal Tunnel : Nyeri di Pergelanga Tangan...
Ganglia : Kista Simpul Saraf
Sindrom Bahu-Tangan
Sindrom Cubital Tunnel
Infeksi pada Tangan
Sindrom Radial Tunnel
Kelainan Bentuk Tangan

Sindrom Carpal Tunnel : Nyeri di Pergelanga Tangan

Sindrom Carpal Tunnel adalah rasa sakit yang menekan bagian syaraf yang melalui pergelangan tangan.

PENYEBAB

Sindrom carpal tunnel disebabkan bagian syaraf yang tertekan, di bagian telapak dari pergelangan tangan (daerah tersebut disebut carpal tunnel). Bagian tengah syaraf yang melayani ibu jari tangan. Tekanan tersebut terjadi ketika jaringan serat menjadi menumpuk dan membengkak karena berbagai macam sebab pada bagian telapak pada pergelangan tangan.

Sindrom carpal tunnel sering terjadi-khususnya pada wanita- dan dapat berpengaruh pada satu atau pada kedua tangan. Biasanya berisiko pada orang yang pekerjaannya memerlukan pergerakan pergelangan tangan terus-menerus, seperti penggunaan obeng. penyebab lain adalah penggunaan keyboard pada komputer yang posisinya tidak baik. Gerakan yang terus menerus (misalnya penggunaan berbagai macam alat) juga diklaim sebagai penyebab sindrom carpal tunnel. Wanita hamil dan orang yang menderita diabetes, kelenjar gondok jinak, gout, sendi rematik beresiko tinggi terkena sindrom carpal tunnel.

GEJALA

Gejalanya, berkaitan dengan tekanan syaraf, rasa tidak nyaman, kebas, rasa gatal, dan nyeri pada tiga jari pertama dari sebelah ibu jari tangan. kadangkala, terasa sakit dan terbakar atau rasa gatal pada lengan dan bahu. lebih terasa ketika penderita tidur karena cara tangan diposisikan. Seiring waktu, otot pada tangan di Gejalanya, berkaitan dengan tekanan syaraf, rasa tidak nyaman, kebas, rasa gatal, dan nyeri pada tiga jari pertama dari sebelah ibu jari tangan. kadangkala, terasa sakit dan terbakar atau rasa gatal pada lengan dan bahu. lebih terasa ketika penderita tidur karena cara tangan diposisikan. Seiring waktu, otot pada tangan di bagian ibu jari menjadi lemas dan menyusut sampai tidak bisa digerakkan (atrophy). bagian ibu jari menjadi lemas dan menyusut sampai tidak bisa digerakkan (atrophy).

DIAGNOSA

Diagnosa yang banyak dilakukan adalah memeriksa tangan dan pergelangan tangan yang terkena, sebelum operasi seorang dokter pertama-tama memperhatikan cara kerja syaraf untuk meyakinkan apakah yang menjadi penyebab sindrom carpal tunnel.

PENGOBATAN

Untuk penyakit ini pengobatan terbaik adalah menghindari posisi pergelangan tangan terulur atau menekan terlalu keras bagian syaraf. Mengikat pergelangan tangan untuk menopang tangan pada posisi normal (khususnya pada malam hari) dan mengatur sudut keyboard komputer dapat membantu. Pengobatan berdasarkan penyakit (seperti rheumatoid arthritis atau kelenjar tiroid kurang aktif) dapat membantu mengurangi gejala.

Suntikan cairan kortikosteroid ke dalam pergelangan tangan ada kalanya memberi rasa nyaman yang lama. Jika rasa sakit terjadi terus menerus atau jika pergerakan otot tidak berfungsi atau melemah, operasi adalah jalan keluar terbaik untuk membebaskan tekanan pada bagian syaraf. Ahli bedah akan memotong gumpalan jaringan serat yang letaknya menekan syaraf.

PENCEGAHAN

Letak keyboard yang benar

sindrom carpal tunnelPenggunaan keyboard komputer yang tidak benar menimbulkan sindrom carpal tunnel. Untuk menghindari luka tersebut, pengguna harus menjaga pergelangan pada posisi yang benar, yaitu, antara tangan dengan bahu harus lurus. tangan boleh lebih rendah daripada bahu. Tetapi tangan tidak boleh lebih tinggi, dan pergelangan tidak boleh menggantung. Keyboard letaknya harus selalu rendah, tangan dijaga supaya lebih rendah dari siku. Penyangga pergelangan tangan dipergunakan untuk menopang pergelangan tangan.


Ganglia : Kista Simpul Saraf


Ganglia (kista simpul saraf) adalah pembengkakan seperti agar-agar di tangan dan pergelangan tangan.

Ganglia biasanya terjadi pada orang berusia antara 20 dan 50 tahun. Wanita terkena 3 kali lebih sering dibandingkan pria. Daerah yang paling umum untuk terbentuknya ganglia adalah punggung (dorsal aspect) pada pergelangan tangan. Ganglia juga terjadi pada bagian depan pergelangan tangan (palmar aspect) dan pada bagian belakang jari, beberapa millimeter di belakang kutikula (dimana mereka juga disebut kista mucous).

PENYEBAB

Kenapa ganglia terjadi pada pergelangan tangan belum diketahui, meskipun mereka kemungkinan berhubungan dengan luka sebelumnya. Ganglia pada bagian belakang jari biasanya berhubungan dengan arthritis pada akhir lipatan tangan.

GEJALA

Ganglia kuat, mengelilingi atau bengkak seperti kantung berbentuk lonjong yang timbul dari permukaan kulit ; mengandung cairan bening, seperti agar-agar dan biasanya merupakan materi yang lengket. Biasanya sangat sakit tetapi kadang kala menyebabkan rasa tidak nyaman. Seorang dokter bisa segera membuat diagnosa dengan memeriksa tangan.

PENGOBATAN

Beberapa ganglia hilang dengan sendirinya, sehingga pengobatan tidak diperlukan. Meskipun begitu, jika mereka tidak tampak, menyebabkan rasa tidak nyaman, atau terus bertambah besar, materi berbentuk agar-agar di dalamnya bisa diangkat (pada 50 % penderita) dengan sukses oleh seorang dokter menggunakan jarum dan sebuah semprotan. Kadang kala cairan kortikosteroid disuntikkan setelah itu untuk lebih menghilangkan segala rasa tidak nyaman. Cara sederhana menghilangkan ganglia-letakkan tangan pada permukaan keras (seperti meja) dan pukul ganglia dengan buku yang besar – tidak disarankan; cara ini bisa menyebabkan luka dan tidak bisa diandalkan. Pada sekitar 50 % penderita, pengangkatan secara operasi kemungkinan diperlukan. Setelah operasi pengangkatan, ganglia kambuh pada sekitar 5 % orang.




Sindrom Bahu-Tangan


Sindrom bahu-tangan adalah salah satu jenis penyakit reflek otot simpatik ditandai dengan rasa sakit dan gerakan yang terbatas pada bahu dan tangan pada lengan yang terkena.

PENYEBAB

Penyebab temasuk luka (seperti jatuh pada tangan, rusaknya tulang pergelangan tangan (keretakan colle)), serangan jantung, stroke, dan kemungkinan penggunaan obat-obatan tertentu (seperti obat tidur). Cara yang tepat yang menyebabkan sindrom bahu-tangan tidak diketahui, meskipun beberapa orang terlihat lebih mungkin menyebabkan gangguan dibandingkan yang lainnya.

GEJALA

Gejala terjadi di dalam 3 tahap : tahap pertama diawali pada pembengkakan yang menyebar(edema) terjadi dengan mendadak dan kelunakan pada ujung tangan dan kepucatan pada tangan yang berhubungan dengan penyempitan (constriction) pada pembuluh darah di tangan. Rasa sakit pada bahu dan tangan terjadi, khususnya selama bergerak. Sinar-X pada tangan biasanya menunjukkan sebagian daerah pada tulang yang hilang (osteoporosis). Tahap 2 ditandai dengan menurunnya pembengkakan dan kelunakan; tangan terasa sakit agak berat. Tahap 3 ditandai dengan hilangnya pembengkakan, kelunakan, dan rasa sakit, tetapi gerakan tangan dibatasi karena jari kemungkinan kaku atau seperti cakar, mirip contractures dupuyten. Sinar-X pada tahap ini seringkali menunjukkan penyebarluasan kepadatan tulang yang hilang.

PENGOBATAN

Penyebab harus diobati atau dihilangkan. Jari-jari yang menggulung secara permanen biasanya bisa dicegah dengan olahraga tangan jika gangguan didiagnosa dan diobati cukup awal. Suntikan berulang dengan anestesi lokal untuk menyumbat saraf simpatik juga biasanya diperlukan. Pendekatan ini biasanya menghilangkan rasa sakit, mengijinkan orang tersebut untuk kembali beraktifitas normal, tetapi suntikan yang berulang lebih dari seminggu atau sebulan kemungkinan diperlukan. Sebagai alternatif kortikosteroid dosis tinggi diberikan lewat mulut bisa membantu. Pendekatan ini hanya dianjurkan oleh beberapa dokter untuk jangka pendek, karena penggunaan kortikosteroid jangka panjang bisa menyebabkan masalah permanen yang serius dan berpotensi.

Sindrom Cubital Tunnel

Sindrom Cubital tunnel (kelumpuhan syaraf ulnar) adalah sebuah gangguan yang disebabkan oleh tekanan pada syaraf ulnar pada siku.

Syaraf ulnar tersebut lewat menutup permukaan kulit pada siku (‘tulang lucu’) dan mudah rusak oleh sandaran pada siku yang berulang kali, dengan menekuk siku untuk jangka waktu yang lama, atau kadangkala oleh tulang normal yang tumbuh di daerah tersebut. baseball pitcher rentan terhadap sindrom cubital tunnel karena putaran ekstra pada lengan yang diperlukan untuk melempar sebuah slider.

GEJALA

Gejala-gejala tersebut termasuk nyeri dan kaku pada siku dan rasa seperti ditusuk jarum pada jari manis dan kelingking. Segera, kelemahan pada jari manis dan kelingking bisa terbentuk. Kelemahan bisa juga berhubungan dengan kemampuan menjepit menggunakan ibu jari dan jari telunjuk, karena kebanyakan otot kecil pada tangan dikendalikan oleh syaraf ulnar. Sindrom cubital tunnel berat, kronis bisa menyebabkan otot menyusut (atrophy) dan kelainan bentuk seperti cakar pada tangan.

DIAGNOSA

Penelitian konduksi syaraf bisa membantu menunjukkan dengan tepat daerah syaraf yang rusak.

PENGOBATAN

Kasus ringan pada sindrom cubital tunnel biasanya diobati dengan terapi fisik (termasuk membidai di malam hari untuk menghindari siku terlalu menekuk) dan dengan menghindari tekanan disepanjang siku; ganjalan siku bisa sangat membatu. Orang yang tidak bereaksi terhadap pembidaian atau yang mengalami kasus yang lebih berat pada tekanan syaraf bisa bermanfaat dari operasi, yang biasanya terdiri dari melepaskan tekanan pada syaraf dan menggerakkan syaraf dari belakang menuju bagian depan siku. Operasi sangat berhasil pada sekitar 80% penderita.

Infeksi pada Tangan

Gigitan manusia dan hewan bisa menyebabkan infeksi pada tangan ; beberapa infeksi lainnya adalah felon, paronicia, dan herpetic whitlow.

1. Infeksi yang disebabkan oleh gigitan
Penyebab paling sering adalah luka tekanan dari gigi karena pukulan ke mulut. Gigitan hewan juga menjadi penyebab umum. Luka terkontaminasi dengan sejumlah jenis bakteri bisa dihasilkan dari gigitan manusia dan hewan. Semua luka gigitan berpotensi berbahaya dan bisa menyebabkan infeksi yang signifikan. Daerah terluka harus dibersihkan dengan operasi, dengan membuka luka. Antibiotik harus diberikan untuk menghindari infeksi tulang sendi (septic arthritis), yang mana sebaliknya bisa menuju kerusakan tetap pada tulang kaki sendi. Bakteri pada gigitan manusia dan hewan melawan banyak antibiotik namun biasanya peka terhadap ampisilin dan penisilin

2. Felon
Felon adalah infeksi pada jaringan lunak (pupl) pada ujung jari
Sebuah infeksi pada ujung jari bisa mengarah pada abscess, yang menciptakan tekanan dan matinya jaringan di sekitarnya. Ujung jari menjadi bengkak sekali dan keras dengan rasa sakit berdenyut hebat. Dokter membuat diagnosa dengan meneliti kerusakan jari. Jika sebuah felon tidak diobati dengan segera, tulang bagian bawah, tulang sendi, atau tendon bisa jadi terinfeksi. Felon minor bisa diobati dengan berendam air hangat beberapa kali sehari untuk meningkatkan peredaran darah. Antibiotik biasanya diperlukan. Pengobatam bisa memerlukan pengeringan dengan pembedahan cepat pada abscess dengan baik.

3. Herpetic WhitlowHerpetic whitlow/ adalah infeksi virus pada ujung jari.
Virus herpes simplex bisa menyebabkan infeksi kulit parah yang sangat menyakitkan. Ujung jari luka dan bengkak namun tidak sekeras felon. Tampilan dari gelembung keci(vesicle) l berisi cairan pada jari didiagnosa. Herpetic whitlow seringkali salah diartikan sebagai felon. Gangguan tersebut segera hilang dengan sendirinya. Operasi tidak diperlukan.

4. Paronychia

Paronychia adalah infeksi pada kutikula.

Infeksi tangan yang sangat umum ini bisa disebabkan oleh luka terhadap luka pada kuku dan kutikula, menggigiti tangan, atau manipulasi agresif pada kutikula selama manikur. Paronychia bisa disebabkan oleh berbagai bakteri berbeda, termasuk pseudomonas dan proteus. Kutikula dan jaringan pada pinggiran kuku menjadi merah, bengkak, dan sungguh menyakitkan. Jika dibiarkan tidak diobati, abscess akan terbentuk dan bisa menyebar ke ujung jari (menyebabkan felon) atau ke tulang.

Dokter membuat diagnosa dengan meneliti jari yang terkena. Dalam tahap pertama, paronychia kemungkinan diobati dengan antibiotik oral dan sering berendam air hangat untuk meningkatkan aliran darah. Jika abscess terbentuk, yang harus dikeringkan dengan operasi.

5. Abses Tangan

Abscess tangan adalah penumpukan nanah yang mempengaruhi tangan, biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri.

Abscess pada tangan adalah biasa terjadi dan biasanya dihasilkan dari luka. Abscess pada bantalan lunak pada ujung jari di sekitarnya selalu dihasilkan dari luka kecil, seperti sebuah goresan atau tusuk jarum. Nyeri berat, hangat, dan kemerahan terjadi di sepanjang abscess, seringkali disertai pembengkakan pada batang getah bening yang dekat pada lengan. Infeksi pada tulang di bawah bisa lebih menyebabkan nyeri.

Abscess bisa terjadi di sekitar tendon yang menjalar terus di dalam jari. Jenis abscess ini disebabkan oleh luka yang menembus salah satu lipatan pada telapak tangan di sebelah jari. Infeksi dan nanah dari sekitar tendon tersebut dan jaringan yang cepat hancur. Mekanisme meluncur pada tendon menjadi rusak, sehingga jari tersebut hampir tidak bisa digerakkan. Gejala-gejala termasuk pembengkakan dan peradangan pada jari, kelunakan sepanjang lapisan tendon, dan nyeri eksterm ketika mencoba untuk menggerakkan jari. Pembengkakan batang getah bening didekat abscess adalah sering terjadi. Demam juga umum.

Abscess bisa terjadi di setiap bagian telapak tangan dan menyebar di antara tulang metacarpal (tulang tangan diantara pergelangan tangan dan jari). Beberapa infeksi bisa terjadi setelah kulit dirobek atau tangan ditusuk dengan sesuatu yang tajam. Abscess telapak tangan (juga disebut abscess tombol-collar) bisa terbentuk dari kulit yang tebal dan keras yang terinfeksi. Abscess telapak tangan dimulai sebagai nyeri berdenyut hebat dengan pembengkakan dan lunak berat untuk disentuh.

Pengobatan meliputi operasi pengeringan nanah. Kultur laboratorium pada nanah dibawa keluar untuk memastikan antibiotik mana yang paling baik untuk pengobatan (biasanya cephalosporin).

6.Infeksi pada lapisan tendon.

Infeksi pada lapisan tendon yang lentur ditandai dengan nyeri dan pembengkakan, dengan kelembutan sepanjang panjang lapisan tendon dan nyeri ketika meluruskan jari. Nanah bisa menyebar di dalam tangan untuk membentuk abscess berbentuk-tapal kuda. Operasi pengeringan pada abscess diperlukan. Terapi antibiotik juga diperlukan (pilihan tersebut tergantung pada hasil kultur laboratorium pada nanah).
 
 

Sindrom Radial Tunnel


Sindrom radial tunnel adalah gangguan yang diakibatkan dari tekanan pada cabang syaraf radial pada lengan bawah atau belakang lengan, atau pada siku.

PENYEBAB

Penyebab tekanan pada syaraf radial pada siku termasuk luka, ganglia, lipomas (tumor lemak yang tidak bersufat kanker), tumor tulang, dan peradangan di sekitar bursa atau otot.

GEJALA

Tekanan pada syaraf radial menghasilkan nyeri seperti teriris, tertembus, atau tertikam yang mempengaruhi ujung lengan bawah dan belakang tangan. Nyeri dihasilkan ketika orang tersebut berusaha untuk menegangkan pergelangan tangan dan jari. Tidak terdapat sensasi yang hilang, karena syaraf radial prinsipnya terhubung dengan otot. Gangguan ini kadangkala dirancukan dengan bahu backhand tenis (lateral epicondylitis).

PENGOBATAN

Untuk mengurangi tekanan pada syaraf dan kecepatan penyembuhan, orang tersebut menghindari memutar pergelangan tangan dan menekuk lengan pada siku. Jika pergelangan menjadi lemah dan cenderung terkulai (wristdrop), operasi kemungkinan diperlukan untuk menghilangkan tekanan pada syaraf tersebut.
 
 

Kelainan Bentuk Tangan

Kelainan bentuk tangan dapat disebabkan oleh sebuah luka atau bisa dihasilkan dari gangguan yang lainnya (contoh, rheumatoid arthritis). Kelainan bentuk harus dengan segera diobati, bila mungkin. Sebaliknya, kelainan bentuk cenderung tidak bereaksi terhadap pengobatan sederhana, seperti pembebatan dan olahraga, dan sering kali membutuhkan operasi

1. Jari Palu/Mallet
Jari mallet adalah kelainan bentuk dimana ujung jari keriting dan tidak dapat lurus sendiri

Kelainan bentuk jari palu biasanya akibat dari luka, yang mana merusak tendon atau merobek tendon dari tulang. Hal ini dapat berakibat pada satu atau lebih jari. Seorang dokter bisa membuat diagnosa dengan mengamati jari-jari. Sinar-X biasanya dipakai untuk meyakinkan bahwa tidak terdapat retak. Pengobatan biasanya memasang bebat pada jari dengan meluruskan jari. Tendon bisa memerlukan 6 sampai 8 minggu untuk sembuh. Jari mallet jarang memerlukan operasi, kecuali retak parah pada tulang patah atau sambungan secara parsial tidak pada tempatnya, bahkan di dalam bebat.

2. Kelainan Bentuk Leher Angsa

Kelainan bentuk leher-angsa adalah sebuah pembengkokan (lentur) pada dasar jari, lurus keluar (perluasan) pada persediaan bagian tengah, dan lekukan pada persendian paling luar (lentur).

Penyebab yang paling umum adalah radang sendi rheumatoid. Penyebab lain termasuk jari palu yang tidak diobati, kelonggaran (lemah) pada lempengan serat di dalam tangan pada dasar jari atau pada ikatan sendi tangan, kejang otot mempengaruhi tangan, dan kelainan susunan dalam penyembuhan pada tulang bagian tengah pada jari yang retak. Menutup jari bisa jadi tidak mungkin; kelainan bentuk tersebut bisa mengakibatkan ketidakmampuan yang dipertimbangkan.

Kelainan bentuk seperti leher-angsa tidak mempengaruhi ibu jari, yang memiliki salah satu sedikit persendian dibandingkan jari lainnya. Meskipun begitu, pada sebuah jenis kelainan bentuk leher-angsa, disebut kelainan bentuk paruh-bebek, persendian ujung pada ibu jari terlalu lurus dengan hebat dengan tekukan ked alam pada persendian pada pangkal ujung ibu jari untuk membentuk sudut 90 º. Jika kelainan bentuk paruh-bebek dan kelainan bentuk leher-angsa pada satu atau lebih jari terjadi bersamaan, kemampuan untuk mencubit bisa berkurang dengan serius.

Seorang dokter membuat diagnosa dengan meneliti tangan dan jari. Pengobatan ditujukan untuk memperbaiki penyebab yang mendasarinya sebisa mungkin. Kelainan bentuk ringan kemungkinan diobati dengan membelat jari (ring splints), yang memperbaiki kelainan bentuk ketika masih mengizinkan seseorang untuk menggunakan tangannya. Masalah dengan kemampuan untuk mencubit bisa sangat membaik dengan operasi meluruskan kembali persendian atau dengan menggabungkan ibu jari atau persendian jari bersamaan (disebut interphalangeal arthrodesis) ke dalam posisi yang membuat fungsi optimal.
Ketika jari menekuk dengan tidak normal.
Beberapa gangguan, seperti rheumatoid arthritis, dan luka bisa menyebabkan jari menekuk tidak normal. pada jari mallet,ujung jari mengeriting ke dalam dan tidak bisa diluruskan. Pada kelainan bentuk leher-angsa, persendian pada pangkal jari menekuk ke dalam. Pada kelainan bentuk buotonniere, persendian jari bagian tengah menekuk ke arah dalam (menuju telapak tangan) dan persendian jari paling luar menekuk keluar (menjauh dari telapak tangan).


3. Kelainan Boutonnière

Kelainan bentuk Boutonniere (kelainan bentuk lubang kancing) adalah kelainan bentuk di mana persendian jari tengah menekuk dengan posisi tetap ke dalam (ke arah telapak tangan) dan persendian jari paling luar menekuk secara berlebihan keluar (menjauh dari telapak tangan. Gangguan ini paling sering terjadi pada rheumatoid arthritis tetapi bisa juga terjadi dari luka (potongan dalam, persendian yang terlepas, patah) atau asteoarthritis. Orang dengan rheumatoid arthritis bisa membentuk gangguan tersebut karena mereka mengalami peradangan yang lama pada persendian tangan bagian tengah. Jika kelainan tersebut disebabkan sebuah luka, luka tersebut biasanya terjadi pada pangkal sebuah tendon (disebut phalanx extensor tendon bagian tengah). Akibatnya, persendian bagian tengah (disebut persendian proximal interphalangeal) menjadi ‘lubang kancing’ antara kumpulan tendon bagian luar yang menjalar menuju ujung jari. Kelainan bentuk tersebut bisa, tetapi tidak pasti, bertentangan dengan fungsi tangan. Dokter membuat diagnosa dengan meneliti jari tersebut.

Kelainan bentuk buttonniere disebabkab oleh luka tendon meluas biasanya bisa diperbaiki dengan sebuah bidai yang menjaga persendian bagian tengah meluas secara lengkap untuk 6 minggu. Ketika pembidaian tidak efektif, atau ketika kelainan bentuk lubang kancing disebabkan oleh rheumatoid arthritis, operasi kemungkinan diperlukan.

4. Erosive (Peradangan) Osteoarthritis

Erosive (peradangan) osteoarthritis adalah sebuah bentuk osteoarthritis menurun pada tangan, yang menyebabkan pembengkakan, nyeri, dan pembentukan kista pada persendian jari (terutama pada bagian paling luar).

Osteoarthritis pada tangan terlihat membesar pada tulang melebihi persendian paling luar pada jari (batang heberden) dan lebih cepat bertumbuh pada tulang melebihi persendian bagian tengah pada jari (bongko kecil bouchard). Dengan erosive osteoarthritis, terdapat juga pembengkakan pada jaringan di sekitarnya. Persendian di antara jari dan tangan dan pergelangan biasanya tidak terkena. Persendian yang berhubungan bisa menjadi tidak lurus.

Kelainan tersebut dapat dilihat pada sinar X. Tidak seperti pada rheumatoid arthritis, hasil pada tes darah yang mengindikasi peradangan (seperti tingkat endapan eritrosit (ESR) dan jumlah sel darah putih) biasanya normal, tanpa memperhatikan seberapa berat gangguan itu.

Pengobatan termasuk olahraga bergerak di dalam air hangat untuk menringankan nyeri selama latihan dan untuk menjaga persendian seelastis mungkin, pembelatan dengan sebentar-sebentar untuk mencegah kelainan bentuk, dan menggunakan analgesik atau obat-obatan anti-peradangan nonsteroidal (NSAIDs) untuk meringankan nyeri dan bengkak. Kadangkala, sebuah cairan kortikosteroid bisa diperlukan untuk disuntikkan ke dalam persendian yang terkena parah untuk meringankan nyeri dan meningkatan cakupan gerak. Jarang, ketika osteoarthritis berlanjut dan pengobatan lain tidak efektif, persendian bisa memerlukan untuk direkonstruksi ulang atau disambung dengan operasi.

5. Dupuytren's Contracture
Dupuyten contracture (palmar fibromatosis) adalah penyusutan progresif pada kumpulan jaringan serat (disebut fascia) di dalam telapak tangan, menghasilkan jari yang mengeriting ke dalam yang segera bisa menghasilkan tangan seperti cakar.

Duyputen contracture adalah gangguan menurun umum yang terjadi terutama pada pria dan khususnya setelah berusia 45 tahun. Meskipun begitu, memiliki gen yang tidak normal tidak menjamin bahwa seseorang akan mengalami gangguan tersebut. Kejadian duyputen contracture di Amerika Serikat adalah sekitar 5 %; kejadian di seluruh dunia berkisar 2 sampai 42%. Gangguan tersebut mempengaruhi kedua tangan pada 50% orang; ketika hanya salah satu tangan yang terkena, tangan kanan dua kali lebih sering dibandingkan tangan kiri.



Duyputen contracture lebih sering terjadi pada orang dengan diabetes, sakit karena terlalu banyak minum alkohol, atau epilepsi. Gangguan tersebut kadangkala berhubungan dengan gangguan-gangguan lain, termasuk penebalan jaringan serat di atas sendi engsel (garrod pad), penyusutan pada fascia di dalam penis yang menyebabkan penyimpangan dan ereksi yang sangat menyakitkan (penile fibromatosis (penyakit peyronie)), dan bongkol kecil pada telapak kaki (plantar fibromatosis). Meskipun begitu, mekanisme tepat yang menyebabkan fascia pada telapak tangan menjadi tebal dan keriting tidak diketahui.

Gejala awal biasanya bongkol kecil lunak pada telapak tangan (paling sering pada jari ketiga atau keempat). Bongko kecil bisa awalnya menyebabkan rasa tidak nyaman tetapi secara bertahap menjadi tidak menyakitkan. Secara bertahap, jari menjadi keriting. Segera, keriting memburuk, dan tangan bisa melengkung (seperti cakar). Dokter membuat diagnosa dengan meneliti tangan tersebut.

Sebuah suntikan suspensi kortikosteroid ke dalam bongkol kecil bisa membantu mengurangi kelunakan di daerah tersebut tetapi tidak akan menghambat kemajuan gangguan tersebut. operasi biasanya diperlukan ketika tangan tidak dapat diletakkan datar diatas meja atau ketika jari terlalu keriting dimana fungsi tangan terbatasi. Operasi untuk mengangkat penyakit fascia adalah sulit, karena fascia syaeaf disekitarnya, pembuluh darah, dan tendon. Duyputen contracture bisa berulang setelah operasi jika pengangkatan fascia tidak lengkap. Yang bisa juga berulang secara spontan, khusunya pada orang yang dengan gangguan ini terlihat diusia muda, mereka dengan gangguan tersebut menurun di dalam keluarga, dan mereka dengan garrod pad, penyakit peyronie atau bongjol kecil pada telapak kaki.


Tentang Jari pemicu.

Pada jari pemicu (flexor digital tenosynovitis), sebuah jari menjadi terkunci pada posisi bengkok. Jari tersebut terkunci ketika salah satu tendon yang melenturkan jari menjadi meradang dan bengkak. Secara normal, tendon bergerak dengan lembut ke dalam dan keluar pada lapisan yang mengelilinginya seperti jari yang lurus dan menekuk. Pada jari pemicu, tendon yang meradang bisa bergerak keluar lapisan sebagaimana jari tersebut menekuk. Meskipun begitu, ketika tendon sangat bengkak, tidak mudah bergerak ke belakang sebagaimana jari yang lurus, dan oleh karena itu jari terkunci.

Jari pemicu bisa dihasilkan dari penggunaan tangan yang berulang (sebagimana bisa terjadi dari penggunaan gunting berkebun yang berat) atau dari peradangan (sebagaimana terjadi pada rheumatoid arthritis). Untuk meluruskan jari tersebut, seseorang harus mendorong daerah yang bengkak tersebut ke dalam lapisan-menghasilkan rasa letupan serupa dengan yang dirasakan ketika mendorong pemicu. Kadangkala sebuah kortikosteroid dan bius 'lokal disuntikkan ke dalam lapisan tendon. Operasi umumnya diperlukan untuk mengobati jari pemicu yang kronis.

1 komentar:

  1. terima kasih artikelnya,
    ini sangat manfaat buat saya untuk mengetahui lebih dini gejala yg saya alami.
    banyak terima kasih.
    (thius-bjm)

    BalasHapus