GOOD JOBs

Cara Cepat Hamil






Kamis, 08 November 2012

Penyakit Otot, Bursa & Tendon


58. Tortikolis Spasmodik- Nyeri & Kaku Pada Otot Leher...
59. Sindroma Fibromialgia : Nyeri dan Kaku Pada Seluru...
60. Bursitis
61. Tendinitis & Tenosinovitis
62. Patah Tulang (fraktur)
63. De Quervain's Syndrome- Nyeri dan Radang Didaerah ...
64. Kram Otot
65. Kista baker (kista popliteal)


Tortikolis Spasmodik- Nyeri & Kaku Pada Otot Leher


Tortikolis Spasmodik adalah nyeri yang hilang timbul atau kejang yang terus menerus pada otot-otot leher, sehingga mendorong kepala berputar dan miring ke depan, ke belakang atau ke samping.

Tortikolis terjadi pada 1 dari 10.000 orang dan sekitar 1,5 kali lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan dengan pria.
Penyakit ini dapat terjadi pada semua umur tetapi paling sering ditemukan pada usia antara 30-60 tahun.

PENYEBAB
Biasanya penyebabnya tidak diketahui.
Kadang beberapa keadaan berikut bisa menyebabkan terjadinya tortikolis:
- Hipertiroidisme
- Infeksi sistem saraf
- Diskinesia tardiv (gerakan wajah abnormal akibat obat anti-psikosa)
- Tumor leher.

Bayi baru lahir bisa mengalami tortikolis (tortikolis kongenitalis) karena adanya kerusakan otot leher pada proses persalinan.

Ketidakseimbangan otot mata dan tulang atau kelainan bentuk otot tulang belakang bagian atas bisa menyebabkan tortikolis pada anak-anak.

GEJALA
Kejang otot leher disertai nyeri tajam bisa terjadi secara tiba-tiba dan bisa terjadi terus menerus atau hilang-timbul.
Biasanya hanya satu sisi leher yang terkena.

Arah dari miring dan berputarnya kepala tergantung kepada otot leher mana yang terkena.

Sepertiga penderita juga mengalami kejang di daerah lainnya, yaitu biasanya di kelopak mata, wajah, rahang atau tangan.
Kejang terjadi secara mendadak dan jarang timbul pada waktu tidur.

Tortikolis bisa menetap sepanjang hidup penderita dan menyebabkan nyeri berkepanjangan, terbatasnya gerakan leher serta kelainan bentuk sikap tubuh.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan riwayat cedera atau kelainan leher sebelumnya.

Kadang dilakukan beberapa pemeriksaan untuk menentukan penyebab dari kejang otot leher, seperti rontgen, CT scan dan MRI.

PENGOBATAN
Kadang kejang bisa dikurangi untuk sementara waktu dengan menjalani terapi fisik dan pemijatan.

Obat berfungsi membantu mengurangi kejang otot dan pergerakan diluar sadar dan biasanya bisa membantu meringankan nyeri karena kejang.
Biasanya digunakan obat antikolinergik (menghambat rangsangan saraf tertentu) dan benzodiazepin (obat penenang).
Kadang diberikan obat pengendur otot (muscle relaxant) dan obat anti-depresi.

Kadang dilakukan pembedahan untuk mengangkat saraf dari otot yang mengalami kelainan.
Pembedahan dilakukan jika pengobatan lainnya tidak berhasil.

Jika penyebabnya adalah masalah emosional, maka dilakukan terapi psikis.

Pada tortikolis kongenitalis dilakukan terapi fisik yang intensif untuk meregangkan otot yang rusak, yang dimulai pada bulan-bulan pertama.
Jika terapi fisik tidak berhasil dan dimulai terlalu lambat, maka otot harus diperbaiki melalui pembedahan.



Sindroma Fibromialgia : Nyeri dan Kaku Pada Seluruh Tubuh


Sindroma Fibromialgia (Sindroma Nyeri Miofasial, Fibromiositis) merupakan sekumpulan kelainan yang ditandai dengan nyeri dan kekakuan pada jaringan lunak, termasuk otot, tendon (yang menghubungkan otot dengan tulang) dan ligamen (yang menghubungkan tulang dengan tulang lainnya).

Nyeri dan kekakuan (fibromialgia) bisa timbul di seluruh tubuh atau terbatas pada daerah tertentu seperti yang terjadi pada sindroma nyeri miofasial.

Fibromialgia di seluruh tubuh lebih sering terjadi pada wanita.
Pria lebih sering mengalami nyeri miofasial atau fibromialgia di daerah tertentu, misalnya bahu.

Fibromialgia tidak berbahaya dan tidak berakibat fatal, tetapi gejala yang menetap sangat mengganggu penderitanya.
PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi fibromialgia bisa dipicu oleh:
- Stres fisik atau mental- Kurang tidur
- Cedera
- Pemaparan oleh kelembaban atau dingin
- Infeksi tertentu
- Artritis rematoid.

Sindroma fibromialgia primer biasanya terjadi pada wanita muda sehat yang mengalami depresi, kecemasan atau stress, disertai gangguan tidur.
Sindroma ini bisa terjadi pada usia berapa saja, termasuk dewasa, tetapi biasanya menyerang gadis muda.
GEJALA
Kekakuan dan nyeri biasanya timbul secara bertahap.

Pada sindroma fibromialgia primer gejala biasanya adalah nyeri; pada fibromialgia yang terbatas di suatu daerah, nyeri bisa timbul lebih mendadak dan lebih tajam.
Pada kedua keadaan diatas, nyeri biasanya akan semakin buruk jika jaringan lunak yang terkena mengalami kelelahan, ketegangan atau digunakan secara berlebihan.
Jika dilakukan penekanan, akan timbul nyeri tumpul.
Bisa terjadi kekakuan dan kejang otot.
Jaringan fibrosa atau otot mana saja bisa terkena, tetapi yang paling sering terkena adalah daerah leher , bahu, dada dan sela iga, punggung bagian bawah dan paha.

Pada sindroma fibromialgia primer, nyeri bisa dirasakan di seluruh tubuh dan disertai dengan lebih banyak gejala umum, seperti tidur nonrestoratif (tidur yang tidak mengembalikan kebugaran, bahkan ketika bangun badan terasa lebih lelah), kecemasan, depresi, kelelahan dan gangguan pencernaan (irritable bowel syndrome).
Fibromialgia

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan pola dan lokasi dari nyeri.

PENGOBATAN
Yang banyak membantu adalah pengobatan tanpa obat-obatan:
- Mengurangi stres
- Latihan peregangan
- Memperbaiki pola tidur
- Pemanasan
- Pemijatan.

Aspirin atau obat anti peradangan non-steroid lainnya biasanya tidak banyak membantu.
Kadang obat bius lokal (dengan atau tanpa kortikosteroid) disuntikkan langsung ke daerah yang terkena.

Untuk membantu tidur dan mengurangi gejala, kadang diberikan obat anti-depresi dosis rendah.
 
 

Bursitis

Bursitis adalah peradangan pada bursa yang disertai rasa nyeri.
Bursa adalah kantong datar yang mengandung cairan sinovial, yang memudahkan pergerakan normal dari beberapa sendi pada otot dan mengurangi gesekan.

Bursa terletak pada sisi yang mengalami gesekan, terutama di tempat dimana tendon atau otot melewati tulang.
Dalam keadaan normal, sebuah bursa mengandung sangat sedikit cairan. Tetapi jika terluka, bursa akan meradang dan terisi oleh cairan.

PENYEBAB
Penyebabnya seringkali tidak diketahui, tetapi bursitis dapat disebabkan oleh:
- Pemakaian berlebihan selama bertahun-tahun
- Cedera
- Gout
- Pseudogout
- Artritis rematoid- Infeksi.

Yang paling mudah terkena bursitis adalah bahu, bagian tubuh lainnya yang juga bisa terkena bursitis adalah sikut, pinggul, panggul, lutut, jari kaki dan tumit.

GEJALA
Bursitis menyebabkan nyeri dan cenderung membatasi pergerakan, tetapi gejalanya yang khusus tergantung kepada lokasi bursa yang meradang.
Jika bursa di bahu meradang, maka jika penderita mengangkat lengannya untuk memakai baju akan mengalami kesulitan dan merasakan nyeri.
Bursitis bahu

Bursitis akut terjadi secara mendadak.
Jika disentuh atau digerakkan, akan timbul nyeri di daerah yang meradang.
Kulit diatas bursa tampak kemerahan dan membengkak.
Bursitis akut yang disebabkan oleh suatu infeksi atau gout menyebabkan nyeri yang luar biasa dan daerah yang terkena tampak kemerahan dan teraba hangat.

Bursitis kronis merupakan akibat dari serangan bursitis akut sebelumnya atau karena cedera yang berulang.
Pada akhirnya, dinding bursa akan menebal dan di dalamnya terkumpul endapan kalsium padat yang menyerupai kapur.
Bursa yang telah mengalami kerusakan sangat peka terhadap peradangan tambahan.
Nyeri menahun dan pembengkakan bisa membatasi pergerakan, sehingga otot mengalami penciutan (atrofi) dan menjadi lemah.
Serangan bursitis kronis berlangsung selama beberapa hari sampai beberapa minggu dan sering kambuh.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan pemeriksaan fisik.
Daerah di sekitar bursa terasa sakit jika diraba dan pergerakan sendi tertentu menimbulkan nyeri.

Jika bursa tampak membengkak, bisa diambil contoh cairan dari bursa dan dilakukan pemeriksaan terhadap cairan untuk menentukan penyebab dari peradangan.

PENGOBATAN
Bursa yang terinfeksi harus dikeringkan dan diberikan antibiotik.

Bursitis akut non-infeksius biasanya diobati dengan istirahat, dimana untuk sementara waktu sendi yang terkena tidak digerakkan dan diberikan obat peradangan non-steroid (misalnya indometasin, ibuprofen atau naproksen)
Kadang diberikan obat pereda nyeri.
Selain itu bisa disuntikkan campuran dari obat bius lokal dan kortikosteroid langsung ke dalam bursa. Penyuntikan ini mungkin perlu dilakukan lebih dari 1 kali.

Pada bursitis yang berat diberikan kortikosteroid (misalnya prednison) per-oral (ditelan) selama beberapa hari.
Setelah nyeri mereda, dianjurkan untuk melakukan latihan khusus guna meningkatkan daya jangkau sendi.

Bursitis kronis diobati dengan cara yang sama.
Kadang endapan kalsium yang besar di bahu bisa dibuang melalui jarum atau melalui pembedahan.
Kortikosteroid bisa disuntikkan langsung ke dalam sendi.
Terapi fisik dilakukan untuk mengembalikan fungsi sendi. Latihan bisa membantu mengembalikan kekuatan otot dan daya jangkau sendi.
Bursitis sering kambuh jika penyebabnya (misalnya gout, artritis rematoid atau pemakaian berlebihan) tidak diatasi.
 
 

Tendinitis & Tenosinovitis


Tendinitis adalah peradangan pada tendon.

Tenosinovitis adalah tendinitis yang disertai dengan peradangan pada selubung pelindung di sekeliling tendon.

Tendon merupakan jaringan fibrosa yang kuat, yang menghubungkan otot dengan tulang.
Selubung tendon membungkus beberapa tendon.

Jari pelatuk (trigger finger) merupakan suatu keadaan dimana jari tangan terkunci dalam posisi tertekuk.

Hal ini terjadi jika 1 tendon yang menekuk jari tangan mengalami peradangan dan membengkak.
Dalam keadaan normal, tendon ini bergerak secara halus ke dalam dan ke luar dari selubung di sekitarnya pada saat jari tangan lurus dan menekuk.

Ketika jari tangan menekuk, tendon yang meradang keluar dari selubungnya, tetapi jika tendon terlalu membengkak atau membentuk benjolan, maka jika jari tangan diluruskan, tendon akan sulit kembali ke posisinya semula.

Untuk meluruskan jari tangan, penderita harus mendorong daerah yang membengkak ke dalam selubung. Tindakan ini menghasilkan perasaan meletus, seperti yang dirasakan ketika menarik pelatuk.

PENYEBAB
Sebagian besar tendinitis terjadi pada usia pertengahan atau usia lanjut, karena tendon menjadi lebih peka terhadap cedera.
Tendinitis juga terjadi pada usia muda karena olah raga yang berlebihan atau karena gerakan yang dilakukan berulang-ulang.

Selubung tendon juga dapat terkena penyakit sendi, seperti artritis rematoid, skleroderma sistemik, gout dan sindroma Reiter.
Pada dewasa muda yang menderita gonore (terutama wanita), bakteri gonokokus bisa menyebabkan tenosinovitis, biasanya pada tendon di bahu, pergelangan tangan, jari tangan, pinggul, pergelangan kaki dan kaki.

GEJALA
Jika digerakkan atau diraba, maka tendon yang meradang biasanya akan terasa nyeri.
Pergerakan sendi di dekat tendon, meskipun ringan, bisa menyebabkan nyeri yang hebat.

Selubung sendi bisa terlihat membengkak karena adanya penimbunan cairan dan peradangan; atau akan tetap kering dan bergesekan dengan tendon sehingga menimbulkan perasaan atau suara gemeretak yang terdengar melalui stetoskop pada saat sendi digerakkan.

Tendinitis diatas otot biseps pada lengan atas menyebabkan nyeri jika sikut ditekuk atau lengan bawah sebelah dalam diputar.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan pemeriksaan fisik, dimana ditemukan pembengkakan dan rasa nyeri jika daerah yang terkena disentuh, diregang atau ototnya digerakkan.

PENGOBATAN
Untuk meringankan gejalanya, biasanya daerah yang terkena diistirahatkan, dipasang bidai atau gips serta dilakukan pemanasan atau pendinginan.

Pemberian obat anti peradangan non-steroid (misalnya Aspirin atau ibuprofen) selama 7-10 hari bisa mengurangi nyeri dan peradangan.

Pada jari pelatuk kadang kortikosteroid dan obat bius lokal disuntikkan ke dalam selubung tendon.
Penyuntikan bisa menyebabkan serangan yang berlangsung kurang dari 24 jam; serangan ini bias diobati dengan kompres dingin dan obat pereda nyeri.

Pengobatan mungkin harus diulang setiap 2-3 minggu selama 1-2 bulan sebelum peradangan sembuh total.

Tendinitis menahun dan menetap (seperti yang terjadi pada artrtis rematoid), mungkin harus diatasi dengan tindakan pembedahan untuk mengangkat daerah yang meradang dan setelah pembedahan dilakukan terapi fisik.

Pembedahan biasanya dilakukan untuk mengobati jari pelatuk menahun atau untuk membuang endapan kalsium pada tendinitis menahun.
 
 

Patah Tulang (fraktur)

Patah Tulang (fraktur) adalah retaknya tulang, biasanya disertai dengan cedera di jaringan sekitarnya.

Jenis patah tulang:

1. Patah tulang tertutup (patah tulang simplek).
Tulang yang patah tidak tampak dari luar.2. Patah tulang terbuka (patah tulang majemuk). Tulang yang patah tampak dari luar karena tulang telah menembus kulit atau kulit mengalami robekan. Patah tulang terbuka lebih mudah terinfeksi.
3. Patah tulang kompresi (patah tulang karena penekanan).
Merupakan akibat dari tenaga yang menggerakkan sebuah tulang melawan tulang lainnya atau tenaga yang menekan melawan panjangnya tulang.
Sering terjadi pada wanita lanjut usia yang tulang belakangnya menjadi rapuh karena osteoporosis.
4. Patah tulang karena tergilas. Tenaga yang sangat hebat menyebabkan beberapa retakan sehingga terjadi beberapa pecahan tulang. Jika aliran darah ke bagian tulang yang terkena mengalami gangguan, maka penyembuhannya akan berjalan sangat lambat.
5. Patah tulang avulsi.
disebabkan oleh kontraksi otot yang kuat, sehingga menarik bagian tulang tempat tendon otot tersebut melekat. Paling sering terjadi pada bahu dan lutut, tetapi bisa juga terjadi pada tungkai dan tumit.
6. Patah tulang patologis. Terjadi jika sebuah tumor (biasanya kanker) telah tumbuh ke dalam tulang dan menyebabkan tulang menjadi rapuh.
Tulang yang rapuh bisa mengalami patah tulang meskipun dengan cedera ringan atau bahkan tanpa cedera sama sekali.

PENYEBAB
Sebagian besar patah tulang merupakan akibat dari cedera, seperti kecelakan mobil, olah raga atau karena jatuh.

Patah tulang terjadi jika tenaga yang melawan tulang lebih besar daripada kekuatan tulang.
Jenis dan beratnya patah tulang dipengaruhi oleh:
- Arah, kecepatan dan kekuatan dari tenaga yang melawan tulang
- Usia penderita
- Kelenturan tulang
- Jenis tulang.
Dengan tenaga yang sangat ringan, tulang yang rapuh karena osteoporosis atau tumor bisa mengalami patah tulang.

GEJALANyeri biasanya merupakan gejala yang sangat nyata.
Nyeri bisa sangat hebat dan biasanya makin lama makin memburuk, apalagi jika tulang yang terkena digerakkan.
Menyentuh daerah di sekitar patah tulang juga bisa menimbulkan nyeri.
Alat gerak tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga penderita tidak dapat menggerakkan lengannya, berdiri diatas satu tungkai atau menggenggam dengan tangannya.
Darah bisa merembes dari tulang yang patah (kadang dalam jumlah yang cukup banyak) dan masuk kedalam jaringan di sekitarnya atau keluar dari luka akibat cedera.
DIAGNOSA
Foto rontgen biasanya bisa menunjukkan adanya patah tulang.

Kadang perlu dilakukan CT scan atau MRI untuk bisa melihat dengan lebih jelas daerah yang mengalami kerusakan.

Jika tulang mulai membaik, foto rontgen juga digunakan untuk memantau penyembuhan.

PENGOBATANTujuan dari pengobatan adalah untuk menempatkan ujung-ujung dari patah tulang supaya satu sama lain saling berdekatan dan untuk menjaga agar mereka tetap menempel sebagaimana mestinya.
Proses penyembuhan memerlukan waktu minimal 4 minggu, tetapi pada usia lanjut biasanya memerlukan waktu yang lebih lama.Setelah sembuh, tulang biasanya kuat dan kembali berfungsi.

Pada beberapa patah tulang, dilakukan pembidaian untuk membatasi pergerakan.
Dengan pengobatan ini biasanya patah tulang selangka (terutama pada anak-anak), tulang bahu, tulang iga, jari kaki dan jari tangan, akan sembuh sempurna.

Patah tulang lainnya harus benar-benar tidak boleh digerakkan (imobilisasi).
# Imobilisasi bisa dilakukan melalui: Pembidaian : benda keras yang ditempatkan di daerah sekeliling tulang.
# Pemasangan gips : merupakan bahan kuat yang dibungkuskan di sekitar tulang yang patah
# Penarikan (traksi) : menggunakan beban untuk menahan sebuah anggota gerak pada tempatnya. Sekarang sudah jarang digunakan, tetapi dulu pernah menjadi pengobatan utama untuk patah tulang pinggul.
# Fiksasi internal : dilakukan pembedahan untuk menempatkan piringan atau batang logam pada pecahan-pecahan tulang. Merupakan pengobatan terbaik untuk patah tulang pinggul dan patah tulang disertai komplikasi.

Imobilisasi lengan atau tungkai menyebabkan otot menjadi lemah dan menciut. Karena itu sebagian besar penderita perlu menjalani terapi fisik.
Terapi dimulai pada saat imobilisasi dilakukan dan dilanjutkan sampai pembidaian, gips atau traksi telah dilepaskan.Pada patah tulang tertentu (terutama patah tulang pinggul), untuk mencapai penyembuhan total, penderita perlu menjalani terapi fisik selama 6-8 minggu atau kadang lebih lama lagi.

Fiksasi eksternal -Fiksasi internal


De Quervain's Syndrome- Nyeri dan Radang Didaerah Ibu Jari


Sindrom De Quervain (juga disebut washerwoman’s sprain) adalah pembengkakan dan peradangan pada tendon dan penutup tendon yang menggerakkan ibu jari ke arah luar.

PENYEBAB

Gangguan ini biasanya terjadi setelah menggunakan pergelangan tangan berulang-ulang. Gejala utama adalah rasa nyeri pada samping ibu jari pada pergelangan tangan dan dasar ibu jari, yang bertambah parah dengan gerakan. Daerah pada dasar ibu jari pada pergelangan tangan juga melembek.

DIAGNOSA

Untuk mendiagnosa gangguan tersebut, seorang dokter melakukan tes finkelstein. Orang tersebut menekuk ibu jari yang terkena ke dalam telapak tangan dan mengepal jari-jari tersebut di atas ibu jari. Dengan telapak tangan menghadap ke atas, dokter memutar telapak tangan ke tubuh. Jika gerakan ini menyebabkan rasa sakit, tes tersebut adalah positif untuk sindrom de quervain.

PENGOBATAN

Istirahat, berendam air hangat, dan obat-obatan anti-peradangan nonsteroidal (NSAIDs) efektif hanya untuk kasus yang sangat ringan. Suntikan kortikosteroid ke dalam penutup tendon sangat membantu dalam 80 sampai 90 % kasus; operasi kadang kala diperlukan.


Kram Otot


Kram adalah kontraksi tiba-tiba, singkat, yang sakit sekali pada otot atau kelompok otot.

PENYEBAB

Kram adalah hal yang sering terjadi di antara orang yang sehat, khususnya selama atau setelah olahraga yang keras. Orang tua dan setengah baya biasanya mengalami kram setelah olahraga ringan atau selama istirahat. Beberapa orang mengalami kram kaki selama tidur. Kram yang menyakitkan ini biasanya mempengaruhi otot betis dan kaki, menyebabkan kaki dan jari kaki menekuk ke dalam.

Kram kemungkinan disebabkan oleh tidak tercukupinya aliran darah menuju otot. Misalnya, mereka bisa terjadi setelah makan, ketika aliran darah terutama yang menuju saluran pencernaan dibandingkan yang menuju otot. Kadar elektrolit yang rendah pada darah, seperti potassium, bisa juga menyebabkan kram. Kadar potassium yang rendah bisa dihasilkan dari penggunaan beberapa diuretik atau dari dehidrasi.

PENGOBATAN

Kebanyakan obat-obatan diresepkan untuk menghilangkan kram (termasuk quinine sulfate, magnesium karbonat, dan benzodiazepines seperti diazepam) tidak terbukti efektif dan bisa menimbulkan efek samping. Suplemen kalsium adalah sesuai sekali, tetapi mereka juga tidak terbukti efektif. Mexiletine kadangkala membantu tetapi memiliki banyak sekali efek samping.

PENCEGAHAN

Kram biasanya bisa dicegah dengan tidak segera berolahraga setelah makan dan dengan peregangan otot secara perlahan sebelum olahraga atau pergi tidur. Peregangan membuat otot dan tendon lebih fleksibel dan sedikit mungkin berkontraksi secara spontan. Tidak mengkonsumsi kafein (misalnya, pada kopi atau coklat) dan tidak merokok juga membantu untuk mencegah kram. Obat-obatan yang merangsang, seperti ephedrine atau pseudoephedrine (yang mengandung dekongestan pada banyak sekali obat-obatan di toko), harus tidak digunakan jika kram adalah sebuah masalah. Minum banyak cairan (terutama sekali minuman ringan yang mengandung potassium) setelah olahraga juga membantu mencergah kram.
 
 

Kista baker (kista popliteal)


Kista baker (kista popliteal) adalah kantung yang sangat kecil berisi cairan sendi (synovial) yang terbentuk dari perpanjangan kapsul sendi di belakang lutut.

PENYEBAB

Kista baker diakibatkan oleh penumpukan cairan sendi yang terjebak, yang menonjol dari kapsul sendi di belakang lutut sebagai kantung yang menonjol. Penyebab dari penumpukan cairan sendi termasuk radang sendi rheumatoid, osteoarthritis, dan terlalu banyak menggunakan lutut. Kista baker menyebablkan ketidaknyamanan di bagian belakang lutut. Kista mungkin membesar dan memanjang menurun ke dalam otot betis

GEJALA

Perkembangan yang cepat dalam hal banyaknya dan tekanan dari cairan dalam kista bisa membuatnya pecah. Cairan yang dilepaskan dari kista bisa membuat jaringan sekitarnya menjadi meradang, menghasilkan gejala yang mungkin seperti thrombophlebitis. Selain itu, Kista baker menonjol atau pecah bisa menyebabkan thrombophlebitis di vena popliteal (yang terletak di belakang lutut) dengan menekan vena.

DIAGNOSA

Dokter biasanya bisa membuat diagnosa dengan menanyakan pertanyaan khusus terhadap gejala dan meraba pembengkakan di belakang lutut atau betis. Ultrasound, magnetic resonance imaging (MRI), atau arthrography, kadang-kadang bisa membantu dalam diagnosa dan mendokumentasi sejauh mana kista berkembang.

PENGOBATAN

Ketika radang sendi menyebabkan pembengkakan lutut kronis, dokter mungkin perlu mengeluarkan cairan dengan jarum (prosedur disebut aspirasi sendi) dan menyuntikkan kortikosteroid dengan aksi lama (seperti triamcinolone acetonide) untuk mencegah pembentukan kista baker. Menghilangkan kista dengan pembedahan adalah pilihan jika tindakan lain tidak efektif.

Jika kista sudah pecah, rasa sakit diobati dengan nonsteroidal obat anti inflamasi (NSAID). Jika kista yang pecah menyebabkan thrombophlebitis di vena popliteal, keadaan ini diobati dengan istirahat di tempat tidur, mengangkat kaki, kompres hangat dan antikoagulan. Kadang-kadang, antibiotika diperlukan juga.  
 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar